Minggu, 24 April 2016

MUSISI LEGENDARIS, PRINCE, MENINGGAL DUNIA

 Dok: http://www.mirror.co.uk/3am/celebrity-news/inside-princes-bizarre-life-paisley-233220

Industri musik dunia kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya, Prince Rogers Nelson. Prince ditemukan meninggal di dalam lift komplek tempat tinggalnya di Paisley Park, Minnesota, Amerika Serikat, pada 21 April 2016 waktu setempat.

Penyebab meninggalnya musisi 57 tahun tersebut belum diketahui secara pasti. Hingga saat ini, penyebab meninggalnya Prince masih dalam proses penyelidikan. 

Dikutip dari CNN, Prince dilaporkan sempat dibawa ke rumah sakit karena sakit flu berat setelah pesawat pribadinya melakukan pendaratan darurat. Ia juga beberapa kali pergi ke apotek.

Musisi kelahiran Minneapolis, 7 Juni 1958 tersebut merupakan musisi legendaris yang sangat multitalenta. Dikutip dari kompas.com, musisi berdarah Afrika-Amerika ini dikenal sebagai vokalis, pencipta lagu, arranger, dan multi-instrumentalist. Ia piawai dalam meramu musik pop, jazz, funk, disco, R&B, dan rock. 

Sampai saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 30 album yang dikeluarkannya, diantaranya adalah For You (1978) dan Purple Rain (1984) yang telah meraih penghargaan dalam ajang Grammy Awards. Album terakhirnya yang dirilis adalah Hit n Run Phase One pada tahun 2015.

Kondisi kesehatan Prince sebenarnya tidak bisa dikatakan baik. Sejak kecil, Prince sering mengalami sakit-sakitan karena epilepsi dan gangguan saraf otak. Karena itu, ia menciptakan "The Sacrifice of Victor", yaitu sebuah lagu tentang perjuangan seorang anak melawan epilepsi (dikutip dari Jawapos, 23 April 2016).

Untuk mengenang kepergian Prince, warga dari berbagai kelompok usia di Minneapolis memilih untuk berdansa. Sedangkan di Paisley Park, fans meletakkan buket bunga ungu sambil menulis pesan (dikutip dari Jawapos, 23 April 2016).

Minggu, 17 April 2016

ARCOBALENO MUSICA, 4th GITA WIDYA GIRI CHOIR CONCERT

Dok: https://www.instagram.com/psm_upnjatim/

Gita Widya Giri Student Choir of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Proudly Present 4th Choir Concert

ARCOBALENO MUSICA
"Bring the Diversity within a Melody"

When: Saturday - May 28th, 2016
Where: Techno Park - UPN "Veteran" Jawa Timur

Tickets:
  • Presale IDR 35000
  • On The Spot IDR 40000
Order:
  • Airin (085738438773) | Line: airinalivia
  • Ela (087852262074) | Line: elvinarahma
 
For more information, catch us on
Facebook: Gita Widya Giri Choir
Twitter: @GWGChoir
Instagram: @psm_upnjatim

Mark your date. Don't miss it, guys!

Rabu, 13 April 2016

RAISA, RILIS "KALI KEDUA" DAN "HANDMADE"

Dok: https://www.instagram.com/raisa6690/

Setelah merilis album The Best of Raisa pada 7 Maret 2016 lalu, Raisa akhirnya merilis single terbarunya yang berjudul "Kali Kedua". Single "Kali Kedua" merupakan single ketiga di album terbaru Raisa, Handmade. Dua single sebelumnya, yaitu "Jatuh Hati" dan "Percayalah" yang merupakan lagu duetnya bersama Afgan.

Single "Kali Kedua" ini Raisa menggaet Dewi Lestari untuk proses pembuatan lagu dan lirik. Single ini menceritakan mengenai kisah cinta yang sudah terpisah namun terjadi lagi untuk kedua kalinya dengan sosok yang sama. 

Pre Order Raisa Handmade Box Set
Dok: https://www.instagram.com/raisa6690/

Selain merilis single terbaru, Raisa juga akan merilis album terbarunya yang bertajuk Handmade pada 20 April mendatang. Namun, pada 11 April 2016 lalu, album Handmade sudah bisa dipesan dalam bentuk box set melalui situs belanja online elevenia dan persediaannya pun terbatas.

Untuk Teman Musicapedia dan Your Raisa, juga sudah bisa men-download album Handmade di iTunes!!

Raisa - Kali Kedua

 

Sabtu, 02 April 2016

GWG YOUTH CHOIR: CEPAT BERTANYA KUNCI MENGATASI KESULITAN

 Sesi latihan lagu "Mo Li Hua"
Dok: dokumentasi pribadi

Dalam berusaha pasti ada saja kesulitan yang dihadapi. Termasuk kesulitan berlatih seperti yang dialami Gita Widya Giri Youth Choir ketika menghadapi kompetisi di The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition.

"Kalau tingkat kesulitannya kan memang mereka anak SMA. Anak SMA kalau dari produksi suara sama dengan anak SMP. Ini masa transisi, itu memang pembentukan suaranya agak sulit. Apalagi kalau tidak semuanya berasal dari basic vokal. Jadi, tingkat yang paling sulit sebenarnya disitu, bagaimana menyamakan warna suara, bagaimana menyamakan konsep suara, itu yang sulit," jelas pelatih Gita Widya Giri Choir, Bapak Ignatius Irwan, disela-sela latihan bersama Gita Widya Giri Youth Choir.

Tingkat kesulitan yang dialami para singer terlihat dari lagu yang akan dibawakan besok di kompetisi, yaitu "Mo Li Hua" dan "Cublak-Cublak Suweng".

"Mo Li Hua itu tidak terlalu sulit. Tetapi, karena itu lagu Mandarin, tingkat kesulitannya bagaimana kita menyesuaikan model Mandarin itu. Tingkat kesulitan pembentukan vokal ada di Mo Li Hua. Kalau tingkat kesulitan lagunya, itu Cublak-Cublak Suweng karena temponya cepat, jadi lebih sulit. Kemudian ada model-model iringan bunyi gamelan, itu notnya banyak," ujar Bapak Ignatius Irwan.

Namun, kesulitan itu dapat diatasi oleh para mahasiswa baru dengan cara mereka bertanya kepada pelatih ataupun senior mereka. "Nggak bakal ada kesulitan kalau kita nggak takut buat tanya. Pokoknya kalau ada kesulitan, cepetan buruan nanya," ujar Galuh Tiaramurti, salah satu anggota Gita Widya Giri Youth Choir.

GITA WIDYA GIRI CHOIR LIBATKAN MABA DALAM KOMPETISI REGIONAL

 Dok: dokumentasi pribadi

Dalam mengikuti kompetisi tingkat regional The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition di Universitas Negeri Malang ini, Paduan Suara Mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur mengerahkan mahasiswa barunya untuk mengikuti kompetisi ini, dengan nama Gita Widya Giri Youth Choir.

"Memang fokusnya untuk penggemblengan, apakah maba itu sudah mampu mengekspresikan suaranya dalam kancah regional," ujar Ibu Rochani, pembina UKM Paduan Suara Mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur.

Tentu saja mahasiswa baru tidak tampil sendiri. Mereka tetap dibimbing dan didampingi oleh para senior pada tiap kelompok suara, seperti Ricko Surya, ketua Gita Widya Giri Choir, yang juga mendampingi dan membimbing kelompok suara Tenor.

"Disini karena aku dan teman-teman lainnya ingin supaya maba ada batu loncatan. Jadi, mereka berani untuk menampilkan penampilan yang terbaik dari mereka sendiri, tidak tergantung senior. Jadi kita bisa mengukur kemampuan maba itu seberapa," jelas Ricko.

Jumat, 01 April 2016

GWG YOUTH CHOIR: TERUS BERLATIH MENCAPAI 100 PERSEN

 Sesi latihan kelompok suara Sopran
Dok: dokumentasi pribadi

Persiapan Gita Widya Giri (GWG) Youth Choir menghadapi The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition makin mantap. Sejak H-6 menjelang kompetisi, GWG Youth Choir terus mengasah kemampuan mereka agar bisa menampilkan yang terbaik.

"Yang pertama kesehatan. Kesehatan itu harus dijaga, karena kalau misalnya kita sakit waktu festival itu percuma latihan-latihan yang sudah dilakukan sebelumnya. Kemudian, selalu berlatih, seperti me-review notasi, me-review lagu-lagu yang akan dinyanyikan setiap harinya, dan latihan vokal," jelas Ricko Surya, ketua Gita Widya Giri Choir.

Sesi latihan kelompok suara Tenor
Dok: dokumentasi pribadi

Selain mempersiapkan kesehatan dan me-review lagu, latihan vokal dengan pelatih pun juga dilakukan selama satu minggu penuh. "Menjelang festival, persiapannya sekarang kira-kira 60 persen. Jadi, seminggu ini kita akan drill, latihannya sore sampai malam 2 sesi dengan saya, dan itu harus mencapai 100 persen. Paling tidak, tiga hari disana pada hari Jumat itu sudah mencapai 80 sampai 90 persen, kemudian nanti hari Minggunya bisa mencapai 100 persen. Kalau sekarang masih 60 persen. Masih nututlah," kata pelatih Gita Widya Giri Choir, Bapak Ignatius Irwan, yang ditemui pada sesi latihan hari Senin (28/3) lalu.

GITA WIDYA GIRI YOUTH CHOIR GOES TO CIFCC 2016

 Dok: https://web.facebook.com/CIFCC-2016-1661851757433737/info/?tab=page_info

Gita Widya Giri (GWG) Youth Choir akan mengikuti festival tingkat regional pada hari Minggu, 3 April 2016, yaitu The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition atau CIFCC 2016 yang diadakan oleh Prodi Bahasa Mandarin, Universitas Negeri Malang. Kompetisi ini akan diikuti oleh Paduan Suara Universitas / Fakultas se-Jawa Timur, dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama antara China dengan Indonesia melalui kegiatan kompetisi Paduan Suara. 

Dalam kompetisi ini, GWG Youth Choir akan membawakan dua lagu. "Ada dua lagu, yang pertama kita nyanyiin lagu 'Mo Li Hua', lagu wajib dari China, yang kedua lagu rakyat Indonesia, 'Cublak-Cublak Suweng'," ujar Ricko Surya, ketua Gita Widya Giri Choir.

Suasana latihan GWG Youth Choir
Dok: dokumentasi pribadi

Uniknya dalam kompetisi ini, Gita Widya Giri Youth Choir melibatkan 38 singer dan satu orang dirigen, yang mayoritas singer-nya adalah mahasiswa baru UPN "Veteran" Jawa Timur.