Sesi latihan lagu "Mo Li Hua"
Dok: dokumentasi pribadi
Dalam berusaha pasti ada saja kesulitan yang dihadapi. Termasuk kesulitan berlatih seperti yang dialami Gita Widya Giri Youth Choir ketika menghadapi kompetisi di The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition.
"Kalau tingkat kesulitannya kan memang mereka anak SMA. Anak SMA kalau dari produksi suara sama dengan anak SMP. Ini masa transisi, itu memang pembentukan suaranya agak sulit. Apalagi kalau tidak semuanya berasal dari basic vokal. Jadi, tingkat yang paling sulit sebenarnya disitu, bagaimana menyamakan warna suara, bagaimana menyamakan konsep suara, itu yang sulit," jelas pelatih Gita Widya Giri Choir, Bapak Ignatius Irwan, disela-sela latihan bersama Gita Widya Giri Youth Choir.
Tingkat kesulitan yang dialami para singer terlihat dari lagu yang akan dibawakan besok di kompetisi, yaitu "Mo Li Hua" dan "Cublak-Cublak Suweng".
"Mo Li Hua itu tidak terlalu sulit. Tetapi, karena itu lagu Mandarin, tingkat kesulitannya bagaimana kita menyesuaikan model Mandarin itu. Tingkat kesulitan pembentukan vokal ada di Mo Li Hua. Kalau tingkat kesulitan lagunya, itu Cublak-Cublak Suweng karena temponya cepat, jadi lebih sulit. Kemudian ada model-model iringan bunyi gamelan, itu notnya banyak," ujar Bapak Ignatius Irwan.
Namun, kesulitan itu dapat diatasi oleh para mahasiswa baru dengan cara mereka bertanya kepada pelatih ataupun senior mereka. "Nggak bakal ada kesulitan kalau kita nggak takut buat tanya. Pokoknya kalau ada kesulitan, cepetan buruan nanya," ujar Galuh Tiaramurti, salah satu anggota Gita Widya Giri Youth Choir.
Keren๐๐
BalasHapusmakasih :)
HapusKeren๐๐
BalasHapussemangaaat GWG :)
BalasHapusterimakasih kakak :)
Hapus